
Oleh: Riswadi, M.Pd.*
MANUSIA di seluruh dunia saat ini sedang berikhtiar dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Ikhtiar tersebut, harapannya dapat kebal dari penularan virus Covid-19 yang meresahkan dan banyak menelan korban kematian. Vaksin ini merupakan alternatif dalam pencegahan namun yang terpenting adalah disiplin penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman saat berinteraksi dengan sesama.
Gerakan dan upaya yang dilakukan Pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19 jangan sampai menjadikan kita lupa untuk selalu melakukan vaksinasi hati. Vaksinasi hati bertujuan agar dapat meningkatkan imun dan iman kita menjadi makin kuat, sehingga tidak mudah terpapar oleh dosa dan maksiat.
Apabila kita lupa untuk melakukan vaksinasi hati, maka akan membuat hati kita terpapar dosa dan maksiat yang justru akan merugikan kita semua baik di dunia dan akhirat. Kebanyakan orang yang sedang sakit hatinya, tidak merasa sakit dan lambat laun menimbulkan kerasnya hati serta kematian hati. Naudzubillah.
Merujuk dalam kitab Hikam, Ibn 'Athaillah as-Sakandari menyampaikan kalam hikmah bahwa di antara tanda-tanda hati mati adalah tidak ada kesedihan atas ketaatan yang terlewatkan dan tidak adanya penyesalan atas adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Kedua tanda tersebut merupakan penyakit yang harus kita waspadai dan harus disembuhkan agar dapat meningkatkan keimanan yang kuat dalam kehidupan di dunia.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, "Itu adalah dosa di atas dosa sehingga membuat hati menjadi buta, lalu mati." Vaksinasi hati adalah proses pemberian “vaksin” ke dalam diri kita melalui amalan-amalan hati untuk meningkatkan produktivitas amal guna menangkal ajakan hawa nafsu dan bisikan serta godaan setan.
Vaksinasi hati yang harus dilakukan adalah amalan yang dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. diantaranya adalah dzikir, tafakur, taubat, mendengarkan dan menyimak nasihat agama. Kandungan vaksinasi hati tersebut akan berdampak pada kesadaran dan keinsyafan akan kemahabesaran Allah SWT., ketenangan hati dan menumbuhkan semangat dalam amal kebaikan.
Ibrahim Al Khowash pernah berkata bahwa obat hati ada lima perkara yakni membaca al qur’an dan mentadabburinya, rajin mengosongkan perut atau berpuasa, mendirikan sholat malam, merendahkan diri di hadapan Allah SWT (dengan do’a dan dzikir) di akhir malam, bermajlis atau bergaul dengan orang-orang sholeh.
Dalam surah ar-Ra’du ayat 28, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Jelas sekali ketika kita setiap saat berdzikir dan tafakur atas kebesaran Allah SWT. maka yakin dan percaya ketenangan bathin kita akan didapatkan.
Ketika bathin seseorang tenang maka seluruh aktifitas diniatkan beribadah kepada Allah SWT. sehingga apapun yang dilakukan atas dasar ibadah maka akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. serta mendapatkan catatan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR Bukhari no 52 dan Muslim no 1599).
Oleh karena itu sebagai Muslim dan Mukmin sejati sudah sepatutnya kita melazimkan vaksinasi hati niscaya imun iman kita akan kuat yang tidak hanya melindungi diri dari dosa dan maksiat, juga menumbuhkan produktivitas amal-amal yang baik.
Sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Ibrahim ayat 24 dan 25, “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman) seperti pohon yang baik, akarnya menancap kuat (ke dalam tanah) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap saat dengan izin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”
Disamping kita melakukan vaksinasi Covid-19, jangan lupa dan mengabaikan untuk melazimkan vaksinasi hati agar mendapatkan kesehatan fisik dan psikis serta meningkatnya iman dan imun yang menghantarkan selamat didunia dan akhirat. Amin yaa robbal alamin. Wallahu a'lam.
Riswadi, M.Pd. Sekretaris PW. ISNU Kaltim
Sumber gambar dari: https://unsplash.com/

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]

Oleh: Riswadi, M.Pd.*
MANUSIA di seluruh dunia saat ini sedang berikhtiar dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Ikhtiar tersebut, harapannya dapat kebal dari penularan virus Covid-19 yang meresahkan dan banyak menelan korban kematian. Vaksin ini merupakan alternatif dalam pencegahan namun yang terpenting adalah disiplin penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman saat berinteraksi dengan sesama.
Gerakan dan upaya yang dilakukan Pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19 jangan sampai menjadikan kita lupa untuk selalu melakukan vaksinasi hati. Vaksinasi hati bertujuan agar dapat meningkatkan imun dan iman kita menjadi makin kuat, sehingga tidak mudah terpapar oleh dosa dan maksiat.
Apabila kita lupa untuk melakukan vaksinasi hati, maka akan membuat hati kita terpapar dosa dan maksiat yang justru akan merugikan kita semua baik di dunia dan akhirat. Kebanyakan orang yang sedang sakit hatinya, tidak merasa sakit dan lambat laun menimbulkan kerasnya hati serta kematian hati. Naudzubillah.
Merujuk dalam kitab Hikam, Ibn 'Athaillah as-Sakandari menyampaikan kalam hikmah bahwa di antara tanda-tanda hati mati adalah tidak ada kesedihan atas ketaatan yang terlewatkan dan tidak adanya penyesalan atas adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Kedua tanda tersebut merupakan penyakit yang harus kita waspadai dan harus disembuhkan agar dapat meningkatkan keimanan yang kuat dalam kehidupan di dunia.
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, "Itu adalah dosa di atas dosa sehingga membuat hati menjadi buta, lalu mati." Vaksinasi hati adalah proses pemberian “vaksin” ke dalam diri kita melalui amalan-amalan hati untuk meningkatkan produktivitas amal guna menangkal ajakan hawa nafsu dan bisikan serta godaan setan.
Vaksinasi hati yang harus dilakukan adalah amalan yang dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. diantaranya adalah dzikir, tafakur, taubat, mendengarkan dan menyimak nasihat agama. Kandungan vaksinasi hati tersebut akan berdampak pada kesadaran dan keinsyafan akan kemahabesaran Allah SWT., ketenangan hati dan menumbuhkan semangat dalam amal kebaikan.
Ibrahim Al Khowash pernah berkata bahwa obat hati ada lima perkara yakni membaca al qur’an dan mentadabburinya, rajin mengosongkan perut atau berpuasa, mendirikan sholat malam, merendahkan diri di hadapan Allah SWT (dengan do’a dan dzikir) di akhir malam, bermajlis atau bergaul dengan orang-orang sholeh.
Dalam surah ar-Ra’du ayat 28, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Jelas sekali ketika kita setiap saat berdzikir dan tafakur atas kebesaran Allah SWT. maka yakin dan percaya ketenangan bathin kita akan didapatkan.
Ketika bathin seseorang tenang maka seluruh aktifitas diniatkan beribadah kepada Allah SWT. sehingga apapun yang dilakukan atas dasar ibadah maka akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. serta mendapatkan catatan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR Bukhari no 52 dan Muslim no 1599).
Oleh karena itu sebagai Muslim dan Mukmin sejati sudah sepatutnya kita melazimkan vaksinasi hati niscaya imun iman kita akan kuat yang tidak hanya melindungi diri dari dosa dan maksiat, juga menumbuhkan produktivitas amal-amal yang baik.
Sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Ibrahim ayat 24 dan 25, “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman) seperti pohon yang baik, akarnya menancap kuat (ke dalam tanah) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap saat dengan izin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”
Disamping kita melakukan vaksinasi Covid-19, jangan lupa dan mengabaikan untuk melazimkan vaksinasi hati agar mendapatkan kesehatan fisik dan psikis serta meningkatnya iman dan imun yang menghantarkan selamat didunia dan akhirat. Amin yaa robbal alamin. Wallahu a'lam.
Riswadi, M.Pd. Sekretaris PW. ISNU Kaltim
Sumber gambar dari: https://unsplash.com/

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Belum ada komentar.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]
Comments
Belum ada komentar.