
Oleh: Riswadi, M.Pd.*
DALAM Islam ada trilogi bulan berkah, yakni bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Rajab bulan Allah SWT, Sya’ban bulan Rasulullah SAW. dan Ramadhan bulan ummat baginda Rasulullah SAW.
Bulan Rajab kita diperingatkan peristiwa besar yang menjadi kewajiban seluruh kaum muslimin yakni diperintahkannya Sholat lima waktu dalam momentum isro dan mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Bulan Sya’ban mengandung beberapa kemuliaan apabila kita dapat menjalankan amaliah didalamnya. Diantaranya yang lazim dilaksanakan adalah membaca Surah Yasin sejumlah tiga kali setelah sholat magrib saat malam nisfu sya’ban dengan niat untuk dipanjangkan umur, diluaskan rezeqi dan diberikan ketetapan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Syekh Abdul Aziz ad-Darini dalam kitabnya Thaharatul Qulub menulis, “Allah menjadikan bulan ini sebagai garis finis untuk bulan Ramadhan. Allah menjamin keamanan orang-orang yang bertobat padanya. Siapa yang membiasakan diri bersungguh-sungguh pada bulan Sya’ban ini, maka dia akan beruntung pada bulan Ramadhan, karena sudah terbiasa berbuat kebaikan”.
Setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan untuk memuliakan Sya’ban. Pertama, bertobat, memperbanyak istighfar. Bertobat dan beristighfar merupakan salah satu upaya untuk menyucikan jiwa. Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, sangatlah penting mengoptimalkan upaya menyucikan diri di bulan Sya’ban.
Kedua, memperbanyak puasa. Aisyah berkata, "Nabi saw. tidak pernah berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya'ban. Beliau berpuasa di bulan ini (hampir) seluruhnya." (Muttafaq ‘alaih).
Ketika ditanya mengapa banyak berpuasa di bulan ini, Nabi SAW bersabda: “Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amal-amal kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa (HR. an-Nasa’i). Maka perbanyaklah puasa sunnah di bulan ini sehingga fisik dan mental lebih siap memasuki bulan Ramadhan.
Ketiga, membaca Al qur’an dan mengeluarkan zakat. Anas bin Malik menceritakan kesibukan para sahabat Nabi SAW ketika masuk bulan Sya’ban adalah mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan.
Keempat, memperbanyak qiyamul lail. Shalat malam adalah ibadah nafilah yang akan mengangkat derajat hamba ke tempat yang terpuji (QS al-Isra’ [17]: 79). Tingkatkan amal ini, terutama di malam nisfu Sya’ban.
Kelima, memperbanyak doa. Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah "Allahumma baarik lana fi rajab wa sya’ban, wa ballighna Ramadhan," (Ya Allah berkahilah untuk kami bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan).
Dengan meningkatkan amal ibadah di bulan Sya’ban, diharapkan fisik, mental, dan spiritual kita lebih siap memasuki Ramadhan. Harapannya, Ramadhan dapat kita lalui dengan ibadah yang berkualitas dan berdampak pada akhlak mulia di bulan-bulan sesudahnya.
Jangan beribadah musiman, hanya di bulan Ramadhan, sehingga tak berdampak positif pada kepribadiannya. Wallahu a’lam.
Riswadi, M.Pd., Sekretaris PW ISNU Kaltim Tinggal Di Loa Janan Kutai Kartanegara.
Sumber gambar dari: https://baznas.go.id/

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]

Oleh: Riswadi, M.Pd.*
DALAM Islam ada trilogi bulan berkah, yakni bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Rajab bulan Allah SWT, Sya’ban bulan Rasulullah SAW. dan Ramadhan bulan ummat baginda Rasulullah SAW.
Bulan Rajab kita diperingatkan peristiwa besar yang menjadi kewajiban seluruh kaum muslimin yakni diperintahkannya Sholat lima waktu dalam momentum isro dan mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Bulan Sya’ban mengandung beberapa kemuliaan apabila kita dapat menjalankan amaliah didalamnya. Diantaranya yang lazim dilaksanakan adalah membaca Surah Yasin sejumlah tiga kali setelah sholat magrib saat malam nisfu sya’ban dengan niat untuk dipanjangkan umur, diluaskan rezeqi dan diberikan ketetapan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Syekh Abdul Aziz ad-Darini dalam kitabnya Thaharatul Qulub menulis, “Allah menjadikan bulan ini sebagai garis finis untuk bulan Ramadhan. Allah menjamin keamanan orang-orang yang bertobat padanya. Siapa yang membiasakan diri bersungguh-sungguh pada bulan Sya’ban ini, maka dia akan beruntung pada bulan Ramadhan, karena sudah terbiasa berbuat kebaikan”.
Setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan untuk memuliakan Sya’ban. Pertama, bertobat, memperbanyak istighfar. Bertobat dan beristighfar merupakan salah satu upaya untuk menyucikan jiwa. Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, sangatlah penting mengoptimalkan upaya menyucikan diri di bulan Sya’ban.
Kedua, memperbanyak puasa. Aisyah berkata, "Nabi saw. tidak pernah berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya'ban. Beliau berpuasa di bulan ini (hampir) seluruhnya." (Muttafaq ‘alaih).
Ketika ditanya mengapa banyak berpuasa di bulan ini, Nabi SAW bersabda: “Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amal-amal kepada Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa (HR. an-Nasa’i). Maka perbanyaklah puasa sunnah di bulan ini sehingga fisik dan mental lebih siap memasuki bulan Ramadhan.
Ketiga, membaca Al qur’an dan mengeluarkan zakat. Anas bin Malik menceritakan kesibukan para sahabat Nabi SAW ketika masuk bulan Sya’ban adalah mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan.
Keempat, memperbanyak qiyamul lail. Shalat malam adalah ibadah nafilah yang akan mengangkat derajat hamba ke tempat yang terpuji (QS al-Isra’ [17]: 79). Tingkatkan amal ini, terutama di malam nisfu Sya’ban.
Kelima, memperbanyak doa. Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah "Allahumma baarik lana fi rajab wa sya’ban, wa ballighna Ramadhan," (Ya Allah berkahilah untuk kami bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan).
Dengan meningkatkan amal ibadah di bulan Sya’ban, diharapkan fisik, mental, dan spiritual kita lebih siap memasuki Ramadhan. Harapannya, Ramadhan dapat kita lalui dengan ibadah yang berkualitas dan berdampak pada akhlak mulia di bulan-bulan sesudahnya.
Jangan beribadah musiman, hanya di bulan Ramadhan, sehingga tak berdampak positif pada kepribadiannya. Wallahu a’lam.
Riswadi, M.Pd., Sekretaris PW ISNU Kaltim Tinggal Di Loa Janan Kutai Kartanegara.
Sumber gambar dari: https://baznas.go.id/

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Belum ada komentar.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]
Comments
Belum ada komentar.