
Kukar (Inmas)- Penyuluh Agama Islam KUA Loa Janan, Riswadi, M.Pd memberikan penyuluhan tentang Ancaman LGBT dan Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kepada Ikatan Remaja Santri Ad Dakwah di langgar Ad Dakwah, Loa Janan (11/3).
Remaja putra-putri Desa Loa Duri Ilir yg tergabung dalam Ikatan Remaja dan Santri Ad Dakwah (IRSAD) berjumlah 45 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan dari SMP s.d Perguruan Tinggi.
Ketua Madin Takmiliyah sekaligus Pengurus Langgar Ad Dakwah ustadz Muh Ayub menjelaskan bahwa kegiatan IRSAD rutin dilaksanakan setiap jum’at malam sabtu dengan agenda membaca yasin, tahlil dan tausiyah dan malam kamis sholawatan. Kegiatan dimulai pukul 19.30 s.d. 22.00 wita.
Dalam tausiahnya, Riswadi menjelaskan fadhilah menuntut ilmu dan keseiapan masyarakat khususnya generasi muda dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) serta Ancaman dan Bahaya LGBT dari aspek hukum, medis, dan dampak sosialnya.
Riswadi mengajak para generasi muda untuk berlomba lomba mencari ide kreatif sebagai sumber lapangan pekerjaan. “Diberlakukannya MEA di Indonesia merupakan tantangan bagi kita untuk membuka lapangan kerja seluas luasnya dan menuntut ide kreatif agar mampu bersaing dengan Negara berkembang lainnya,”tuturnya.
Riswadi menambahkan, saat ini dengan era informasi Tekhnologi yang canggih, semua orang dapat mengakses informasi dengan mudah. Hal ini dapat mempermudah masyarakat mempromosikan produknya.
Yang lebih utama, Riswadi menyebutkan pentingnya kesiapan mental seiring tuntutan ekonomi yang meningkat dan sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Tentang LGBT, Riswadi menegaskan bahwa Agama telah secara jelas memisahkan dan membatasi fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan.
“Allah telah membuat petunjuk fitrah manusia dalam Al Quran. Sebagaimana jika kita menggunakan suatu produk pasti akan diiringi dengan guide book, maka seperti itulah yang harus diikuti bila tidak ingin ada kerusakan,”ujarnya.(ris/noey)

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]

Kukar (Inmas)- Penyuluh Agama Islam KUA Loa Janan, Riswadi, M.Pd memberikan penyuluhan tentang Ancaman LGBT dan Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kepada Ikatan Remaja Santri Ad Dakwah di langgar Ad Dakwah, Loa Janan (11/3).
Remaja putra-putri Desa Loa Duri Ilir yg tergabung dalam Ikatan Remaja dan Santri Ad Dakwah (IRSAD) berjumlah 45 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan dari SMP s.d Perguruan Tinggi.
Ketua Madin Takmiliyah sekaligus Pengurus Langgar Ad Dakwah ustadz Muh Ayub menjelaskan bahwa kegiatan IRSAD rutin dilaksanakan setiap jum’at malam sabtu dengan agenda membaca yasin, tahlil dan tausiyah dan malam kamis sholawatan. Kegiatan dimulai pukul 19.30 s.d. 22.00 wita.
Dalam tausiahnya, Riswadi menjelaskan fadhilah menuntut ilmu dan keseiapan masyarakat khususnya generasi muda dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) serta Ancaman dan Bahaya LGBT dari aspek hukum, medis, dan dampak sosialnya.
Riswadi mengajak para generasi muda untuk berlomba lomba mencari ide kreatif sebagai sumber lapangan pekerjaan. “Diberlakukannya MEA di Indonesia merupakan tantangan bagi kita untuk membuka lapangan kerja seluas luasnya dan menuntut ide kreatif agar mampu bersaing dengan Negara berkembang lainnya,”tuturnya.
Riswadi menambahkan, saat ini dengan era informasi Tekhnologi yang canggih, semua orang dapat mengakses informasi dengan mudah. Hal ini dapat mempermudah masyarakat mempromosikan produknya.
Yang lebih utama, Riswadi menyebutkan pentingnya kesiapan mental seiring tuntutan ekonomi yang meningkat dan sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Tentang LGBT, Riswadi menegaskan bahwa Agama telah secara jelas memisahkan dan membatasi fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan.
“Allah telah membuat petunjuk fitrah manusia dalam Al Quran. Sebagaimana jika kita menggunakan suatu produk pasti akan diiringi dengan guide book, maka seperti itulah yang harus diikuti bila tidak ingin ada kerusakan,”ujarnya.(ris/noey)

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.
Belum ada komentar.
Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]
Comments
Belum ada komentar.