riswadi banner

Memetik Hikmah Di Balik Musibah


By Riswadi on 2025-08-12 11:33:27




Memetik Hikmah Di Balik Musibah

Oleh: Riswadi, M.Pd.

SAAT ini musibah sedang melanda bangsa Indonesia, merunut kejadian yang dialami oleh masyarakat antara lain Pandemi covid-19 sampai sekarang masih tinggi kasus kematian dan terkonfirmasi positif. Kemudian musibah lainnya yakni menurunnya ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 sehingga mengakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja. Adapula musibah banjir dibeberapa daerah, tanah longsor, dan baru saja kita digemparkan dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu, 9 Januari 2020.

Musibah tersebut merupakan skenario Allah SWT. Agar dapat memberikan peringatan dan ujian kepada manusia agar dapat kembali ke jalan-Nya. Firman Allah SWT. Dalam Q.S. At Tagabun ayat 11 yang artinya: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hanya saja manusia terkadang su’udzan kepada Allah bahwa musibah tersebut tidak menjadikannya sadar, malah mengeluh, marah, tidak sabar dan justru jauh dari perintah Allah SWT. Sehingga apa yang menjadi peringatan Allah tidak dipahami oleh manusia. Dampak tersebut dapat berakibat fatal apabila tidak sadar dan kembali ke jalan-Nya.

Bagi Allah SWT. sangat mudah bagi-Nya apabila menghendaki untuk membalikkan dunia. Namun Allah masih sayang dengan ummat baginda Rasulullah Muhammad SAW. Ditunggu sadar dan taubatnya agar dapat menyembah dan beribadah kepada sang Kholiq. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. Al Hadid ayat 22-23 yang artinya, “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Sedangkan berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW. menjelaskan bahwa sejatinya seorang Mukmin pada posisi win-win, baik seburuk apa pun maupun sebaik apa pun situasi dan kondisinya. Hadits tersebut berbunyi “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka itu (pun) baik baginya.” (HR. Muslim)

Kita meyakini bahwa musibah yang diberikan oleh Allah SWT, pasti ada hikmahnya. Hikmah tersebut dapat dirasakan oleh yang tertimpa musibah atau orang lain yang dapat mengambil pelajaran dari musibah tersebut. Allah sudah berjanji bahwa setiap kesulitan atau musibah yang diberikan kepada seorang hamba, tak akan melebihi kapasitas kemampuan dari hamba yang bersangkutan tersebut. (QS. Al Baqarah 286).

Syaikh Aidh Al-Qarni dalam Kitabnya La Tahzan menjabarkan, sejatinya musibah mampu mengeluarkan nilai-nilai ubudiyah doa yang selama ini terpendam. Beliau menyebut, sesungguhnya Allah SWT menurunkan ujian kepada seorang hamba yang saleh dari hamba-hamba-Nya. Dan kepada Malaikat, Allah berkata bahwa diturunkannya musibah serta ujian tersebut agar Allah mendengar suara dan doa serta permintaan dari manusia.

Disisi lain, menurut beliau, diturunkannya musibah serta ujian dari Allah kepada manusia agar kesombongan dan keangkuhan yang kerap terpatri dijiwa manusia itu runtuh. Sebab, musibah dapat menggugah empati sesama manusia untuk saling merekatkan rasa cinta terhadap sesama. Tak hanya itu, manusia juga kerap kali saling mendoakan kepada yang sedang tertimpa musibah.

Apabila kita mengaku menjadi mukmin sejati dan muslim yang taat, tentu memaknai musibah adalah peringatan dan ujian Allah SWT yang harus dijalani karena bukti atas kasih sayang-Nya. Hikmah di balik musibah secara umum adalah untuk penyucian diri dari dosa, menumbuhkan solidaritas sosial, menjadi pribadi yang pandai bersyukur, menumbuhkan kesabaran, memunculkan sikap pemaaf, mendekatkan diri dalam ketaatan, serta agar tidak sombong atas kehebatannya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menyadari bahwa apa yang terjadi dalam diri, keluarga dan lingkungan merupakan skenario Allah SWT dan atas izin-Nya.

Secara khusus hikmah adanya musibah covid-19 ini kita dapat menyadari bahwa kerusakan lingkungan akibat dari tangan manusia, kemudian sadar bahwa sehat dan bersih itu sangat penting untuk dijaga, waspada dan hati-hati menjalani kehidupan, lebih dekat dengan keluarga inti dirumah, serta meningkatkan empati sosial. Mudah-mudahan adanya vaksin yang telah dimulai penggunaannya dapat mencegah dan memutus mata rantai dari penularan virus covid-19. Sehingga Indonesia bangkit dari keterpurukan dari segala sendi kehidupan.

Dan kita berdoa agar musibah yang terjadi mudah-mudahan dapat menghapuskan dosa-dosa, asalkan dapat menghadapi dengan sabar dan penuh dengan keyakinan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT merupakan ujian dan peringatan serta dapat menyadarkan manusia untuk kembali pada fitrah manusia menjadi orang yang baik. Semoga.

Riswadi, M.Pd. Tinggal Di Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Sumber gambar dari: https://tafsiralquran.id/



229 Total Views



Filed Under: OPINI








RISWADI

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.




Comments


Belum ada komentar.






Leave a Reply


Your email address will not be published. Required fields are marked *


Rekomendasi Artikel

SURAT CINTA DARI TUHAN Antara Cinta, Takut dan Malu Kepada-Nya

Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]

Silahkan daftarkan e-mail Anda untuk berlangganan artikel terbaru.

Memetik Hikmah Di Balik Musibah


By Riswadi on 2025-08-12 11:33:27




Memetik Hikmah Di Balik Musibah

Oleh: Riswadi, M.Pd.

SAAT ini musibah sedang melanda bangsa Indonesia, merunut kejadian yang dialami oleh masyarakat antara lain Pandemi covid-19 sampai sekarang masih tinggi kasus kematian dan terkonfirmasi positif. Kemudian musibah lainnya yakni menurunnya ekonomi akibat dampak pandemi covid-19 sehingga mengakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja. Adapula musibah banjir dibeberapa daerah, tanah longsor, dan baru saja kita digemparkan dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu, 9 Januari 2020.

Musibah tersebut merupakan skenario Allah SWT. Agar dapat memberikan peringatan dan ujian kepada manusia agar dapat kembali ke jalan-Nya. Firman Allah SWT. Dalam Q.S. At Tagabun ayat 11 yang artinya: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hanya saja manusia terkadang su’udzan kepada Allah bahwa musibah tersebut tidak menjadikannya sadar, malah mengeluh, marah, tidak sabar dan justru jauh dari perintah Allah SWT. Sehingga apa yang menjadi peringatan Allah tidak dipahami oleh manusia. Dampak tersebut dapat berakibat fatal apabila tidak sadar dan kembali ke jalan-Nya.

Bagi Allah SWT. sangat mudah bagi-Nya apabila menghendaki untuk membalikkan dunia. Namun Allah masih sayang dengan ummat baginda Rasulullah Muhammad SAW. Ditunggu sadar dan taubatnya agar dapat menyembah dan beribadah kepada sang Kholiq. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. Al Hadid ayat 22-23 yang artinya, “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Sedangkan berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW. menjelaskan bahwa sejatinya seorang Mukmin pada posisi win-win, baik seburuk apa pun maupun sebaik apa pun situasi dan kondisinya. Hadits tersebut berbunyi “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu baik baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka itu (pun) baik baginya.” (HR. Muslim)

Kita meyakini bahwa musibah yang diberikan oleh Allah SWT, pasti ada hikmahnya. Hikmah tersebut dapat dirasakan oleh yang tertimpa musibah atau orang lain yang dapat mengambil pelajaran dari musibah tersebut. Allah sudah berjanji bahwa setiap kesulitan atau musibah yang diberikan kepada seorang hamba, tak akan melebihi kapasitas kemampuan dari hamba yang bersangkutan tersebut. (QS. Al Baqarah 286).

Syaikh Aidh Al-Qarni dalam Kitabnya La Tahzan menjabarkan, sejatinya musibah mampu mengeluarkan nilai-nilai ubudiyah doa yang selama ini terpendam. Beliau menyebut, sesungguhnya Allah SWT menurunkan ujian kepada seorang hamba yang saleh dari hamba-hamba-Nya. Dan kepada Malaikat, Allah berkata bahwa diturunkannya musibah serta ujian tersebut agar Allah mendengar suara dan doa serta permintaan dari manusia.

Disisi lain, menurut beliau, diturunkannya musibah serta ujian dari Allah kepada manusia agar kesombongan dan keangkuhan yang kerap terpatri dijiwa manusia itu runtuh. Sebab, musibah dapat menggugah empati sesama manusia untuk saling merekatkan rasa cinta terhadap sesama. Tak hanya itu, manusia juga kerap kali saling mendoakan kepada yang sedang tertimpa musibah.

Apabila kita mengaku menjadi mukmin sejati dan muslim yang taat, tentu memaknai musibah adalah peringatan dan ujian Allah SWT yang harus dijalani karena bukti atas kasih sayang-Nya. Hikmah di balik musibah secara umum adalah untuk penyucian diri dari dosa, menumbuhkan solidaritas sosial, menjadi pribadi yang pandai bersyukur, menumbuhkan kesabaran, memunculkan sikap pemaaf, mendekatkan diri dalam ketaatan, serta agar tidak sombong atas kehebatannya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menyadari bahwa apa yang terjadi dalam diri, keluarga dan lingkungan merupakan skenario Allah SWT dan atas izin-Nya.

Secara khusus hikmah adanya musibah covid-19 ini kita dapat menyadari bahwa kerusakan lingkungan akibat dari tangan manusia, kemudian sadar bahwa sehat dan bersih itu sangat penting untuk dijaga, waspada dan hati-hati menjalani kehidupan, lebih dekat dengan keluarga inti dirumah, serta meningkatkan empati sosial. Mudah-mudahan adanya vaksin yang telah dimulai penggunaannya dapat mencegah dan memutus mata rantai dari penularan virus covid-19. Sehingga Indonesia bangkit dari keterpurukan dari segala sendi kehidupan.

Dan kita berdoa agar musibah yang terjadi mudah-mudahan dapat menghapuskan dosa-dosa, asalkan dapat menghadapi dengan sabar dan penuh dengan keyakinan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT merupakan ujian dan peringatan serta dapat menyadarkan manusia untuk kembali pada fitrah manusia menjadi orang yang baik. Semoga.

Riswadi, M.Pd. Tinggal Di Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Sumber gambar dari: https://tafsiralquran.id/



229 Total Views



Filed Under: OPINI








RISWADI

Orang biasa yang sedang belajar menulis dengan segala keterbatasan. Karena menulis adalah cara kita berbicara dengan zaman. Untuk bertukar pikiran, silahkan hubungi saya melalui halaman Kontak atau melalui Facebook, Twitter, Google+, Youtube, Flickr dan Instagram.




Comments


Belum ada komentar.






Leave a Reply


Your email address will not be published. Required fields are marked *


Rekomendasi Artikel

SURAT CINTA DARI TUHAN Antara Cinta, Takut dan Malu Kepada-Nya

Oleh: Riswadi (Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19) Setiap insan pasti pernah merasakan yang namanya Jatuh Cinta, dan cara mengungkapkan perasaan cinta kepada yang dikasihi pun juga beragam cara. Sebelum adanya teknologi ... [Baca Selengkapnya]

Silahkan daftarkan e-mail Anda untuk berlangganan artikel terbaru.